TEMPO.CO , Kebumen:
Sambil menunggui cucunya bermain, Badriyah, 40 tahun, duduk di teras
rumahnya. Di tangannya terselip benang dan jarum. Lalu diambilnya,
sebuah peci setengah jadi.
»Daripada nonton sinetron, kan lebih baik momong cucu dan
menyelesaikan pekerjaan,” ujar Badriyah, perajin peci di sentra
kerajinan peci Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen, Kamis, 26 Juli
2012. Pekerjaan yang dimaksud Badriyah adalah membuat songkok atau
peci.Di desanya, ada ratusan ibu rumah tangga yang menjadi perajin peci sepertinya. Pekerjaan itu dilakukan di sela pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga.
Saat bulan puasa, pesanan peci dari desa itu meningkat tajam. Dalam sebulan terakhir ini, pesanan peci melonjak hingga 200 persen. »Biasanya 300 sehari, kini sehari pesanan mencapai 600 peci,” ujar Fadlun, 53 tahun, perajin peci lainnya.
Ia mengaku sudah memulai usahanya sejak 1982. Usahanya tersebut, sudah digeluti penduduk Bojongsari sejak ratusan tahun lalu.
Tak tanggung-tanggung, peci buatan Fadlun sudah dipasarkan ke berbagai daerah seperti Aceh, Palembang, Kalimantan, dan seluruh Jawa. Ia mempunyai empat karyawan. Satu karyawan mampu membuat 75 peci tiap harinya.
Khusnul, 42 tahun, merupakan salah satu karyawan Fadlun. Ia bisa membawa peci setengah jadi ke rumahnya untuk diselesaikan. »Satu peci diupah Rp 100,” ujarnya. Dalam sehari ia mengaku bisa menyelesaikan 40 peci dan membawa pulang Rp 4.000. Maklum, ia membuat peci hanya sebagai sambilan di sela kesibukan rumah tangganya.
Khusnul mengatakan sehari-harinya mereka bekerja sebagai buruh tani. Jika ada garapan sawah, mereka pun bertani. Sehari mereka bisa mengantongi Rp 30 ribu dari pekerjaannya sebagai buruh tani.
Saat puasa ini, pesanan memang selalu naik. Bahkan, mereka harus lembur sejak pulang tarawih hingga waktu sahur.
Peci buatan Bojongsari memang terkenal. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu, tergantung kualitas bahan yang mereka peroleh dari Gresik Jawa Timur. »Yang penting bisa untuk sangu Lebaran,” ujar Khusnul.
ARIS ANDRIANTO

0 komentar:
Post a Comment
Apa yang anda pikirkan terhadap posting kali ini ?
"mohon maaf bila komentar Anda telat dibalas, karna yang mengurus blog ini hannya saya sendiri"
Terima Kasih