Bulan Ramadhan bulan yang mulia. Bulan dimana Al-Qur’an diturunkan
dan kita diperintahkan berpuasa di bulan ini. Dalam hadist juga
disebutkan bahwa jika datang bulan Ramadhan pintu-pintu surga dibuka,
pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Amalan-amalan
dilipatgandakan nilainya bila dilaksanakan pada bulan ini. Tak heran
jika banyak yang memilih bulan Ramadhan sebagai momen yang pas untuk
berbagi. Mulai dari menyediakan takjil di masjid, mengadakan buka
bersama di panti-panti asuhan, bagi-bagi beras zakat fitrah, dan
bagi-bagi uang THR.
Ada perbedaan yang sangat mencolok antara bulan Ramadhan dan
bulan-bulan lainnya, ini baru terlintas di pikiran saya sewaktu saya dan
teman-teman mau mengadakan buka puasa bersama anak-anak Panti Asuhan.
Beberapa hari sebelum hari yang kami sepakati untuk buka bersama, kami
datang ke panti untuk membuat janji, tapi sayang ternyata pada tanggal
itu sudah ada pihak lain yang lebih dulu mengajukan diri menyiapkan buka
puasa di sana. Pengurus panti kemudian menunjukkan kepada kami,
schedule buka puasa bersama mereka, ternyata cukup padat. Meskipun
Ramadhan baru beberapa hari dijalani, sudah ada yang membuat appointment
sampai menjelang lebaran tiba. Untungnya masih ada beberapa tanggal
yang kosong sehingga niat kami untuk bersedekah, berbagi kepada
anak-anak yang kurang mampu itu masih bisa kesampaian. Terlintas di
benak saya, anak-anak panti itu pasti sangat bergembira ketika bulan
Ramadhan tiba. Banyak orang yag mencari-cari mereka untuk memberikan
makanan, uang atau baju baru. Tapi bagaimana dengan 11 bulan berikutnya
setelah Ramadhan? Apakah mereka masih bisa makan enak? Apakah mereka
bisa mendapatkan baju baru, sepatu baru, atau mukena baru, sebagaimana
anak-anak dari keluarga mampu mendapatkannya dengan mudah tanpa harus
menunggu lebaran tiba. Ya terkadang kita lupa. Bahwa mereka, anak-anak
itu, para fakir miskin itu, tetap membutuhkan makan di luar bulan
Ramadhan. Mereka pasti ingin mendapatkannya dari hasil keringat mereka
sendiri, akan tetapi terkadang hasil yang mereka dapatkan tidak seperti
apa yang mereka harapkan. Kita, saat bersedekah mungkin hanya memikirkan
diri kita sendiri. Untuk apa kita bersedekah, untuk mendapatkan pahala
dan ridha Allah tentunya, itu tidak salah. Tapi alangkah lebih baiknya
jika motivasi itu ditambah dengan memikirkan nasib orang-orang yang
berhak menerima sedekah atau zakat kita itu.
Silahkan perbanyak amalan di bulan Ramadhan ini, perbanyak sedekah
dan amalan-amalan sholeh lainnya, tapi jangan hanya berhenti sampai di
sini. Lanjutkanlah di bulan-bulan berikutnya. Bersedekah tidak hanya
dianjurkan khusus pada bulan tertentu, jangan menunggu bulan Ramadhan
datang lagi baru kita mengeluarkan sedekah. Jadikanlah ini ahlaq dan
amalan rutin kita sehari-hari. Karena bersedekah itu indah, seperti
lirik lagunya Opick “Alangkah
indah orang bersedekah dekat dengan Allah, dekat dengan surga. Takkan
berkurang harta yang bersedekah, akan bertambah, akan bertambah“.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Jadi, jangan ragu dalam bersedekah, jangan takut harta kita akan
berkurang, Allah yang akan menggantinya, dan satu lagi jangan hanya
dilakukan pada bulan Ramdhan saja. Selamat berbuka puasa
Sumber

0 komentar:
Post a Comment
Apa yang anda pikirkan terhadap posting kali ini ?
"mohon maaf bila komentar Anda telat dibalas, karna yang mengurus blog ini hannya saya sendiri"
Terima Kasih