Harapan Terbesar Kami di Game

ari kita memulai hari dengan sebuah pertanyaan: mengapa kita memilih menjadi gamer PC? Bukankah jika kita ingin menjadi seorang gamer, masih banyak platform-platform alternatif yang lebih mudah digunakan, lebih sederhana, serta lebih ekonomis? Kita sadar, ada ratusan alasan untuk menjawab pertanyaan di atas. Bahkan alasan-alasan tersebut yang membuat kita bangga dan cinta pada dunia gaming PC.
Namun terkadang rasa sayang ini dipandang sebelah mata, terutama oleh para developer dan publisher. Walaupun banyak sekali khalayak industri game yang makin memperkokoh platform yang kita cintai ini, beberapa produsen game besar tampak acuh tak acuh terhadap konsumen setia yang menikmati produk-produk mereka.
Artikel sederhana ini adalah sebuah reaksi dari para pecinta PC gaming, yang mengharapkan sebuah dunia gaming yang lebih baik. Inilah sepuluh harapan terbesar kami – gamer PC – kepada para developer dan publisher di seluruh penjuru dunia, lokal maupun internasional, pengembang independen hingga mereka yang bekerja di bawah publisher raksasa. Inilah sepuluh keinginan kami:
10. Console-to-PC port yang lebih optimal

Kita mengerti, console-to-PC port (atau sebaliknya) adalah hal yang tidak terelakkan. Mayoritas game zaman sekarang disajikan untuk multi-platform. Faktanya, setiap platform menggunakan teknologi yang berbeda dan beberapa diantaranya lebih canggih dibanding yang lain. Hal ini memang membuat proses porting lebih susah dari teorinya, tapi tidak boleh menjadi alasan porting game yang setengah-setengah.
Sayang banyak sekali di antara gamer PC yang masih dihantui oleh game port yang mengecewakan. Terkadang kita harus menunggu cukup lama untuk sebuah game port yang telah dirilis di platform lain. Beberapa game port mungkin sangat memuaskan, bahkan dibekali teknologi eksklusif untuk PC, namun game port yang buruk masih sangat banyak hingga bahkan tidak bisa dihitung jari. Tiap kekecewaan ini menambah rasa skeptis, bahkan kami mulai bertanya-tanya apakah developer dan publisher tersebut bersungguh-sungguh untuk merilis game-nya di PC. Kami masih bisa mengecap rasa pahit peluncuran GTA IV di PC.
Satu hal lagi yang membuat kami penasaran, mengapa hampir selalu ada bagian “press any key” untuk setiap game console port yang dirilis di PC?
9. Tutup Games For Windows – LIVE

Awalnya kami berpikir GFWL akan menjadi sebuah platform gaming terpadu, apalagi didukung oleh nama besar Microsoft. Kami juga sempat membayangkan GFWL menjadi sebuah pusat gaming cross-platform, dimana gamer PC bisa bermain bersama gamer Xbox 360 di hampir setiap game multi-platform. Namun harapan kami menguap secepat percikan bensin di tengah gurun.
Faktanya, GFWL hanya menjadi beban di pundak PC gamer dengan layanan yang tanggung. Terkadang GFWL menyebabkan file save Anda hilang. Gamer PC hampir berteriak frustasi ketika Microsoft berencana untuk mengaktifkan layanan premiumnya secara penuh. Di dunia gaming PC yang independen, gamer hanya melihat GFWL sebagai sebuah langkah kapitalisme untuk menyekat-nyekat dan membatasi kebebasan yang ada.
8. Tingkatkan layanan konsumen dan post-release

Seperti yang tadi telah dibahas, GTA IV membuat kami trauma bukan hanya karena menjadi game port yang tidak optimal, namun karena layanan konsumen dari Rockstar juga sangat minim. GTA IV baru berjalan maksimal di mayoritas PC kurang lebih setelah setahun diluncurkan. Dan keterlambatan itulah yang sangat menjengkelkan.
Para developer bisa mencontoh CD Projekt Red yang memberi patch The Witcher 2 dan DLC tanpa henti secara gratis. Atau mereka bisa saja mencontoh BioWare – walaupun mayoritas gamer kecewa dengan ending Mass Effect 3 – BioWare merilis DLC Extended Cut-nya secara cuma-cuma.
7. Jangan pernah merilis DLC yang tidak bermakna dan terlalu mahal

Pada dasarnya DLC adalah inkarnasi minimalis dari apa yang dahulu kita kenal dengan istilah “expansion pack”. Tujuannya adalah untuk menambah konten (dan replay value) dari sebuah game. Kami salut pada siapapun yang menciptakan ide awal DLC, karena mampu memotong anggaran dari pembuatan kopi fisik serta disajikan dengan distribusi digital yang mudah dan cepat.
Sayangnya beberapa publisher memanfaatkan hal ini, dan kami tidak malu-malu untuk menyebutkan beberapa contoh di antaranya: Horse Armor di Oblivion yang dibanderol dengan harga US$ 2,5. Mungkin terlihat murah, namun dengan membelinya Anda akan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sama sekali tidak berarti (bahkan modder bisa menyajikan “horse armor” dengan lebih baik dan gratis). Begitu juga Multiplayer Map Pack untuk Modern Warfare 2. Dibanderol dengan harga US$ 15, itu berarti DLC ini memiliki harga yang sama dengan beberapa game yang dijual di Steam.
6. Free-to-play, bukan pay-to-win

Tahun 2012 adalah tahun bangkitnya game-game free-to-play. Dahulu free-to-play dipandang rendah oleh khalayak PC gaming, namun beberapa developer berhasil membuka mata kita tentang bagaimana menciptakan game F2P yang seimbang dan adiktif. Kemudian para produsen raksasa mulai melangkahkan kaki ke dunia baru ini: EA dengan Battlefield Play4Free-nya, Team Fortress 2 bisa dinikmati secara gratis, Blizzard Dota akan segera meluncur.
Pada umumnya publisher game-game F2P mendapat keuntungan dari microtransaction, namun beberapa di antara mereka melangkah terlalu jauh: publisher menjual item-item perusak keseimbangan untuk meraup keuntungan semata, yang tentunya hanya bisa dimiliki orang-orang yang bermodal tinggi. Yang paling keterlaluan adalah “menyewakan” senjata dan kostum untuk pemakaian terbatas. Padahal keseimbangan adalah hal pertama yang harus hadir dalam game multiplayer kompetitif.
5. Biarkan developer independen tetap independen

Developer indie adalah sebuah istilah yang kontroversial. Anda bisa mendebatkan apa yang membuat sebuah developer disebut sebagai developer indie tanpa mendapatkan kesimpulan yang jelas. Faktanya, developer indie adalah satu hal yang membuat dunia gaming tetap berkembang. Pemikiran-pemikiran kreatif dari para pencipta game harus tetap diberi kebebasan tanpa ada kekangan apapun dari publisher ataupun pemasang iklan. Steam adalah salah satu contoh platform penjualan game indie yang baik.
Sebagai gamer PC, kita juga harus selalu mendukung perkembangannya, minimal secara finansial dengan membeli karya mereka. Jika Anda benar-benar ingin membantu, berikanlah feedback yang membangun. Kami yakin para developer indie akan selalu mendengarkan opini, saran, dan masukan, siapapun Anda.
4. Jangan takut bereksperimen dengan genre baru

Dalam satu dekade terakhir, jumlah sekuel telah mengalahkan genre dan frachise baru dengan sangat telak. Para developer tampaknya mulai kehilangan ide dan inovasi, kemudian publisher kehilangan kepercayaan diri serta keberanian.
Kini para developer terlihat hanya mengoles sesuatu yang sudah ada untuk kemudian menyajikannya dengan penampilan yang baru: StarCarft II tidak terlalu berbeda dari pendahulunya, game shooter bertema militer modern kian menjamur hingga tingkat memuakkan, bahkan Ubisoft tega-teganya menyajikan trilogi di dalam trilogi yang hanya makin memperumit kisah Assassin’s Creed. Satu contoh yang paling dinamis adalah Deus Ex: Human Revolution. Game ini berhasil menyadarkan kita bagaimana  developer mengkombinasikan detail, kerumitan, dan kebebasan yang ada pada pendahulunya dengan gameplay modern yang lebih mudah diakses dan dipelajari.
3. Dengarkan dan perhatikan feedback dari para gamer

Satu hal yang menjadi kebanggaan gamer PC adalah opini dan suara kita yang selalu terdengar. Petisi telah menjadi sebuah kekuatan utama. Dengan petisi, kita mampu menghadirkan Mass Effect di PC, kemudian juga berhasil menghadirkan Dark Souls dan memukul mundur implementasi GFWL di dalam game ini, serta masih banyak contoh lainnya.
Mengapa suara gamer begitu penting? Karena pada akhirnya, game terbaik lahir dari bagaimana cara developer menyajikan sebuah game yang benar-benar diinginkan oleh para gamer, tentunya dengan kejutan dan fitur baru yang menyenangkan. Hal yang kohesif seperti ini tentunya tidak akan hadir jika developer atau publisher menutup mata.
2. Dukung para modder

Hal lain yang memisahkan gamer PC dan konsol, seperti bumi dan langit, adalah komunitas modder. Mod sangat esensial. Hampir seluruh penikmat Skyrim di PC membubuhkan satu atau dua mod pada game kesayangannya ini. Hebatnya, beberapa modder bahkan tidak membutuhkan mod-tool untuk bisa memodivikasi sebuah game.
Mod mampu mengubah esensi gameplay sebuah game, meningkatkan replay value, dan membuatnya mampu dimainkan beberapa kali dengan memberikan pengalaman berbeda. Bahkan hingga saat ini para modder masih sibuk mengutak-atik Oblivion yang dirilis lebih dari enam tahun lalu dengan menciptakan modivikasi tekstur, item, atau campaign yang benar-benar baru.
Dua hal yang harus dicamkan untuk para developer/publisher: Pertama, permudah dan dukung para modder. Mereka adalah aset non-profit paling penting dalam game yang Anda miliki. Kedua – dan ini yang paling penting – jangan pernah mengambil keuntungan dan mengkomersialisasi mod-mod yang ada. Biarkan para modder tetap independen dan inovatif. Bantuan bersifat finansial sama sekali tidak boleh mengubah kesetiaan dan paradigma mereka.
1. Hilangkan DRM

Kita mengerti bahwa hak cipta adalah masalah penting. Developer dan publisher mati-matian menjaga agar “karya seni” mereka tidak disebarluaskan dan dinikmati secara ilegal. Sejak saat itu para produsen game berlomba-lomba untuk membuat sistem DRM atau Digital Rights Management paling ampuh yang bisa mereka ciptakan.
Namun coba tanya pada diri Anda sendiri: siapa orang yang paling rugi dengan adanya DRM ini? Jawabannya: para pembeli legal. Fakta yang harus disadari para developer/publisher adalah seberapa tangguhnya DRM yang mereka implementasikan, pada akhirnya akan berhasil dilumpuhkan oleh para cracker. Dan para penikmat game bajakan akan selalu menikmati game bajakan karena lebih mudah.
Yang paling keterlaluan adalah always-online DRM, yang pertama kali digunakan oleh Ubisoft dalam game Assassin’s Creed II PC. Mengapa kita harus selalu online untuk sebuah game offline singleplayer? Setelah dua bulan berselang, sekelompok cracker berhasil menjinakkan DRM sadis ini, hingga bahkan para pembeli legal pun memilih untuk mengunduh dan menggunakan “layanan” para cracker.
Inilah hal yang paling ironis. Ketika seharusnya developer dan publisher memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen, para cracker mampu menyajikan solusi paling mudah tanpa efek samping.

sumber









0 komentar:

Post a Comment

Apa yang anda pikirkan terhadap posting kali ini ?

"mohon maaf bila komentar Anda telat dibalas, karna yang mengurus blog ini hannya saya sendiri"

Terima Kasih

 

Bargum Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger